Para penggemar game Pokemon Go di berbagai daerah makin menggila karena benar-benar memberikan sensasi yang baru bagi para pecinta game. Di Jombang, Jawa Timur tak hanya di jalan atau di taman-taman kuburan hingga masjid-pun tak luput dari sasaran mereka untuk mendapatkan pokemon buruannya.
Tak hanya berjam-jam mereka bahkan rela menempuh perjalanan hingga puluhan kilometer demi menyalurkan hobi barunya tersebut. Bahkan ada yang sampai rela menyisir area pekuburan demi memburu Pokemon.
Sebagian lainnya memilih menunggu dan mencari Pokemon di sekitar Tugu Garuda, Kota Jombang.
Tak hanya itu saja area sekitar masjid juga tak luput dari kehadiran para pemburu Pokemon ini.
Mereka tak hanya dari kalangan anak-anak atau remaja tak sedikit diantaranya juga kalangan orang tua.
Angga warga Jombang mengaku, baru mengenal dan ketagihan bermain game Pokemon Go karena menganggapnya seru dan mengasyikan.
Meski area mereka bermain berbahaya karena lebih sering berada di jalan raya dan harus naik motor mereka mengaku tidak takut dan akan tetap berhati-hati.
Tak hanya Angga hal senada juga diungkapkan Hadi salah seorang penggemar game Pokemon Go lainnya.
Menurut Hadi, dirinya bahkan sudah menempuh perjalanan hingga lebih dari 30 kilometer demi mendapatkan Pokemon buruannya
Dia terus berputar-putar mendatangi tempat-tempat umum dari rumahnya di Kecamatan Ploso hingga Kota Jombang yang disinyalir ada Pokemonnya.
Hadi mengaku senang memainkan game ini karena bisa dilakukan di luar ruangan dan tidak membuat jenuh.
Meski sangat menyukai game ini Hadi dan Angga berharap para Pokemon Hunter tetap berhati-hati dalam bermain agar tidak sampai mengganggu lalu lintas atau masyarakat.
Sebuah permainan lama yang dikemas dengan penambahan teknologi GPS merebak di dunia maya dan menarik begitu banyak pemain. Pokemon Go menggunakan GPS dan menuntun para pemain untuk ke luar dan menangkap 151 monster virtual.
Tapi, keberadaan Pikachu dan teman-temannya itu bisa di sembarang tempat termasuk kuburan.
Seorang wanita dari Gainesville, negara bagaian Georgia, AS, bahkan terkunci dalam kompleks kuburan karena nekat memasuki makam pada malam hari.
Dikutip dari Daily Mail pada Kamis (14/7/2016), ia menceritakan kisah seramnya, “Begitulah, saya memasuki pemakaman untuk menangkap beberapa Pokemon dan pintu masih terbuka sehingga saya bisa masuk.”
“Kemudian gerbangnya tertutup dan saya terjebak dalam kompleks pemakaman, saya sampai menangis karena ketakutan.”
Perempuan itu melanjutkan sambil terisak-isak, “Saya menelepon 911 supaya datang dan membukakan gerbangnya, sungguh tidak keren. Saya terjebak dalam kuburan, saya terjebak dalam kuburan.”
Ia terus menangis minta tolong sebelum kemudian mendatangi gerbang dan melihat rambu menekan tombol untuk membuka pintu. Namun, “tombolnya rusak.”
Korban mengaku baru saja “menggetok seekor kelinci di dalam kuburan” sebelum terkunci selama 20 menit dalam sana.
Pokemon Go merupakan kisah sukses peluncuran ulang permainan Nintendo yang memulai rangkaian permainan tersebut pada 1995.
Aplikasi yang sekarang menggunakan Google Maps sehingga memungkinkan para pemain berburu beberapa jenis monster Pokemon di jalan-jalan raya dunia nyata.
Para penggemar permainan dikenal dengan julukan Poketrainers. Mereka memulai permainan dengan memerankan monster utama Bulbasaur, Charmeleon, atau Pikachu.
Para pemain kemudian berkeliling di dunia nyata untuk mengejar karakter-karakter virtual yang hadir di beberapa lokasi pada layar telepon mereka.
Makhluk-makhluk itu bersembunyi dalam lokasi yang sesuai dengan spesies masing-masing. Misalnya spesies air ‘magicarp’ atau ‘squirtle’ kemungkinan besar akan ditemukan di lokasi-lokasi berair. Spesies-spesies lain bersembunyi di semak-semak atau mengambang di udara.
Ketika para pemain berpindah pada map virtual, telepon pintar akan bergetar untuk memberitahukan ketika ada Pokemon di dekatnya.
Pemain itu kemudian dapat melemparkan sebuah “Pokeball” ke arah Pokémon tadi atau menangkapnya untuk dikumpulkan menjadi koleksinya.
Tak hanya berjam-jam mereka bahkan rela menempuh perjalanan hingga puluhan kilometer demi menyalurkan hobi barunya tersebut. Bahkan ada yang sampai rela menyisir area pekuburan demi memburu Pokemon.
Sebagian lainnya memilih menunggu dan mencari Pokemon di sekitar Tugu Garuda, Kota Jombang.
Tak hanya itu saja area sekitar masjid juga tak luput dari kehadiran para pemburu Pokemon ini.
Mereka tak hanya dari kalangan anak-anak atau remaja tak sedikit diantaranya juga kalangan orang tua.
Angga warga Jombang mengaku, baru mengenal dan ketagihan bermain game Pokemon Go karena menganggapnya seru dan mengasyikan.
Meski area mereka bermain berbahaya karena lebih sering berada di jalan raya dan harus naik motor mereka mengaku tidak takut dan akan tetap berhati-hati.
Tak hanya Angga hal senada juga diungkapkan Hadi salah seorang penggemar game Pokemon Go lainnya.
Menurut Hadi, dirinya bahkan sudah menempuh perjalanan hingga lebih dari 30 kilometer demi mendapatkan Pokemon buruannya
Dia terus berputar-putar mendatangi tempat-tempat umum dari rumahnya di Kecamatan Ploso hingga Kota Jombang yang disinyalir ada Pokemonnya.
Hadi mengaku senang memainkan game ini karena bisa dilakukan di luar ruangan dan tidak membuat jenuh.
Meski sangat menyukai game ini Hadi dan Angga berharap para Pokemon Hunter tetap berhati-hati dalam bermain agar tidak sampai mengganggu lalu lintas atau masyarakat.
Sebuah permainan lama yang dikemas dengan penambahan teknologi GPS merebak di dunia maya dan menarik begitu banyak pemain. Pokemon Go menggunakan GPS dan menuntun para pemain untuk ke luar dan menangkap 151 monster virtual.
Tapi, keberadaan Pikachu dan teman-temannya itu bisa di sembarang tempat termasuk kuburan.
Seorang wanita dari Gainesville, negara bagaian Georgia, AS, bahkan terkunci dalam kompleks kuburan karena nekat memasuki makam pada malam hari.
Dikutip dari Daily Mail pada Kamis (14/7/2016), ia menceritakan kisah seramnya, “Begitulah, saya memasuki pemakaman untuk menangkap beberapa Pokemon dan pintu masih terbuka sehingga saya bisa masuk.”
“Kemudian gerbangnya tertutup dan saya terjebak dalam kompleks pemakaman, saya sampai menangis karena ketakutan.”
Perempuan itu melanjutkan sambil terisak-isak, “Saya menelepon 911 supaya datang dan membukakan gerbangnya, sungguh tidak keren. Saya terjebak dalam kuburan, saya terjebak dalam kuburan.”
Ia terus menangis minta tolong sebelum kemudian mendatangi gerbang dan melihat rambu menekan tombol untuk membuka pintu. Namun, “tombolnya rusak.”
Korban mengaku baru saja “menggetok seekor kelinci di dalam kuburan” sebelum terkunci selama 20 menit dalam sana.
Pokemon Go merupakan kisah sukses peluncuran ulang permainan Nintendo yang memulai rangkaian permainan tersebut pada 1995.
Aplikasi yang sekarang menggunakan Google Maps sehingga memungkinkan para pemain berburu beberapa jenis monster Pokemon di jalan-jalan raya dunia nyata.
Para penggemar permainan dikenal dengan julukan Poketrainers. Mereka memulai permainan dengan memerankan monster utama Bulbasaur, Charmeleon, atau Pikachu.
Para pemain kemudian berkeliling di dunia nyata untuk mengejar karakter-karakter virtual yang hadir di beberapa lokasi pada layar telepon mereka.
Makhluk-makhluk itu bersembunyi dalam lokasi yang sesuai dengan spesies masing-masing. Misalnya spesies air ‘magicarp’ atau ‘squirtle’ kemungkinan besar akan ditemukan di lokasi-lokasi berair. Spesies-spesies lain bersembunyi di semak-semak atau mengambang di udara.
Ketika para pemain berpindah pada map virtual, telepon pintar akan bergetar untuk memberitahukan ketika ada Pokemon di dekatnya.
Pemain itu kemudian dapat melemparkan sebuah “Pokeball” ke arah Pokémon tadi atau menangkapnya untuk dikumpulkan menjadi koleksinya.

Posting Komentar untuk "Orang ini Mencari Pokemon di Kuburan, Tapi Lihat yang Terjadi ??"